Ibu adalah sosok yang sangat spesial dalam hidupku, aku anggap Ibu adalah mahluk Tuhan yang sangat mulia. Dia memberi kita kasih sayang yang tak terhingga, sama seperti cinta Tuhan terhadap kita. Aku di anugerahi Tuhan dengan anugerah yang terbesar, aku dibesarkan dalam kasih sayang seorang Ibu yang sangat luar biasa hebat. Dia mendidik aku dengan sangat baik, kesabaran hati seorang malaikat pun dimilikinya. hingga suatu ketika ayahpun pergi untuk pulang kerumah Bapa nya di Surga. Dalam kemalangan kami menjalani hidup berdua, karena aku mempunyai seorang kakak yang mencari peruntungannya di kota yang jauh. setiap malam aku merasa takut karena aku kehilangan sosok pelindung dalam keluarga. Dan aku ingat bagaimana Ibu mencoba menggantikan posisi ayah, dengan kelembutan seorang perempuan, dia menjagaku dam mengajakku berdoa setiap malam. sampai sekarang pun aku masih ingat bagaimana perjuangan ibu menghidupi aku, kerja keras demi hidup kami di esok hari, Diapun masih berpikir tentang impian dan masa depanku. Ibu rela makan tak beralas dan menikmati apa yang ada, Ibu mampu makan satu hari sekali, demi aku agar tetap kenyang. Banyak orang memandang kami tetap senang dan tanpa beban sedikitpun dalam menjalani hari, tapi itu semua tidak lepas dari bantuan Tuhan, dan Ibu selalu mengajari aku agar selalu bersyukur serta menerima semua ini dengan ikhlas, luar biasa sosok Ibu yang membesarkan aku ini, jika aku teringat akan hal ini, aku tak berhenti mengucap syukur kepada sang pemberi hidup, karena telah mengirim aku kepada seorang perempuan yang luar biasa sempurna di mataku.
Ibuku mampu berperan menjadi dua peran, disatu sisi dia berperan sebagai seorang ayah yang menjaga, merawat, menafkai, dan sosok pelindung. Dan disisi lain Ibu mampu menjadi seorang perempuan yang bisa mengayomi, menenangkan, memberi kelembutan kasih sayang dan kesetiaan. Dan Ibuku berhasil melakukan peran itu. Banyak hal yang tak bisa ku ungkapkan kepada Dia, maka aku tulis semua disini, semoga Beliau merasakan kasih sayang yang aku berikan.
Dan aku sekarang sadar betapa bodoh dan jahatnya aku, aku selalu berbicara keras saat aku tak sependapat dengannya, aku membanting barang, aku menyiakan setiap tetes keringat yang dia kucurkan demi kehidupanku nanti, kadang aku merasa gagal dalam menjalankan tugasku sebagai anak kepada Beliau. Bertahun-tahun aku berjalan dengan sombong, padahal aku ini hanya sampah yang diberikan Tuhan kepadanya agar aku dapat menjadi suatu karya indah di tangannya.Tapi aku sombong seolah aku tak butuhkan Dia.
Aku tahu mungkin aku yang salah, dan kadang aku tidak terima dengan penyampaian Ibu terhadapku tapi aku meyakini satu hal bahwa seorang ibu akan selalu mencintai anaknya walau bagaimanapun juga. Itulah Ketulusan Cinta Seorang Ibu.
Tapi agar kalian semua tahu, seorang ibu tak akan membiarkan anaknya sengsara, walau aku seperti binatang yang tak tahu diri, Dia menerimaku dengan tangannya, aku diterima dalam pelukannya. Dan saat itu Tuhan menyadarkan aku bahwa "jangan pernah kau sia-siakan orang yang mencintaimu". aku mau kehilangan harga diriku di depan orang yang mencintaiku.Aku anggap waktuku tinggal sedikit, aku hanya mohon kepada Tuhan agar aku menjadi alatmu untuk membahagikan orang-orang yang aku cintai, terkhusus Ibu.
Mungkin diantara kalian berpendapat bahwa kisahku ini belum seberapa menyakitkan dengan kisah kalian. aku hanya ingin berkata kepada kalian bahwa setiap manusia mempunyai porsi yang sudah disediakan Tuhan kepada kita. Jadi sakit atau tidak itu tergantung bagaimana kita menyikapinya.
tulisan ini aku persembahkan buat Ibuku...........
Ibu Terimakasih atas semuanya, engkau membentuk aku dengan baik.,. semua cintamu dan kasih sayang yang telah kau berikan sangat besar dan tak ternilai di dunia.. aku beruntung mempunyai engkau..
Ibu......
sejahat apapun aku, ketahuilah Ibu bahwa aku sangat menyayangimu...
Thank to my mom Acelma Hartini..
you`re the best mom, n i always love u.........
21 desember 2011
agung
Rabu, 21 Desember 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
2 komentar:
Ibu,, nada yang menggema indah di bibirku
Ibu.. Aku berterima kasih pada Tuhan karena engkau masih hidup
Aku akan mengecup keningmu yang suci
dan menghirup tanganmu yang wangi..
Ibu,, ibu,,,
jangan pernah kecewakan ibu kita, seorang pria juga lahir dari seorang ibu,,. hargai wanita sebagai teman bukan sebagai bawahan...
Posting Komentar