Minggu, 05 Oktober 2014

Indah malam

Tersenyum aku menatapmu Tuhan.
Apakah ini tandanya Kau inginkan aku berhenti sekarang.
Jika iya kuatkalah pundakku, besarkanlah hatiku,
saat aku pulang nanti aku berharap aku mendapat pengampunanmu.
Tuhan banyak hal yang kau gariskan untukku.
Jika kau menyuruhku berhenti, aku terima Tuhan.
Cukup bagiku untuk berangan lagi.
Malam ini rumahmu mengadakan pesta,
 pesta yang harusnya menjadi pesta yang indah untukku.
Sampai sekarang apakah aku masih pantas berharap?
Jika malam ini saja kau menggariskan hal lain dan ingin membuka mataku.
Kesombongan yang ada padaku menutup semua pintu hatiku untuk mendengar semua sabdamu. Tuhan tetimakasih, kau menitipkannya pada seseorang yang benar- benar mencintainya begitupun sebaliknya.
Aku bahagia jika seandainya ini nyata.
Karena angkuhku anggap ini semu.
 Aku tak tahu apakah setan atau malaikat yang membisikiku.
Akhirnya, aku bisa merasakan apa yang tertulis olehmu untukku.
Aku titipkan kisahnya kepadaMu,
aku mohon buatlah indah. Amin

0 komentar:

Posting Komentar